Surat Al-An’aam ayat 44

Kita tidak perlu merasa iri atau tidak disayang oleh Allah karena apa yang kita minta belum dikabulkan. Sementara kita melihat orang lain yang lebih buruk perangainya dari kita bisa hidup senang dan layak menurut mata kita. Padahal Allah lebih tau apa yang terbaik untuk kita. Bahkan kadangkala rasa sakit yang Allah beri juga sebenarnya suatu kebaikan untuk kita, bukti Allah menyayangi kita. Dia akan beri sesuatu yang kita butuhkan dan kita mampu.

Hal paling utama adalah ketetapan iman, dan kebahagiaan akan menyertai apabila kita selalu mensyukuri apa pun yang Allah beri, kepercayaan tanpa syarat.

Dalam surat Al An’am jelas disebut bahwa kesenangan bisa menjerumuskan kita kedalam kemaksiatan, apabila kita tidak mampu menerimanya

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan seketika itu, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”
(QS. Al An’am: 44)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *